Penyakit Raja Singa

Diposting pada

penyakit raja singaPenyakit Raja Singa Yang Perlu Diwaspadai

Penyakit raja singa atau sifilis adalah penyakit yang sangat menular yang terutama menyebar melalui aktivitas seksual, termasuk seks oral dan anal.

Terkadang, penyakit ini bisa diteruskan ke orang lain melalui ciuman berkepanjangan atau kontak tubuh yang erat penderita kulup panjang. Meskipun penyakit ini menyebar dari luka, sebagian besar luka tersebut tidak dikenali. Orang yang terinfeksi, sering tidak menyadari penyakit ini dan tanpa sadar menularkannya pada pasangan seksualnya.

Wanita hamil dengan penyakit ini bisa menyebarkannya ke bayi mereka. Penyakit ini, disebut sifilis kongenital, bisa menyebabkan kelainan atau bahkan kematian pada anak. Penyakit Sifilis tidak dapat di salurkan melalui media kursi toilet, kenop pintu, kolam renang, bak air panas, bak mandi, pakaian bersama, atau peralatan makan.

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis merupakan suatu ancaman kesehatan bagi masyarakat, yang biasanya menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang serius seperti radang sendi, kerusakan otak, dan kebutaan.

Jenis Dari Penyakit Raja Singa

  1. Sifilis dini atau primer
    • Orang dengan sifilis primer akan mengalami satu luka atau lebih. Luka biasanya kecil tanpa rasa sakit. Hal ini terjadi pada alat kelamin atau di dalam atau di sekitar mulut atau di bagian lainnya. Bahkan tanpa perawatan luka ini akan sembuh tanpa bekas luka dalam enam minggu.
  2. Sifilis laten
    • Di sinilah infeksi tidak aktif tanpa menimbulkan gejala.
  3. Sifilis tersier
    • Jika infeksi sifilis ini tidak secepatnya di lakukan pengobatan, maka akan berlanjut ke tahap selanjutnya yang ditandai dengan masalah berat pada jantung, otak dan saraf yang dapat mengakibatkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, ketulian, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.
  4. Dan lain-lain

Sifilis dapat dengan mudah didiagnosis dengan cepat melalui tes darah di rumah sakit atau di klinik kulit kelamin masyarakat.

Pengobatan Penyakit Raja Singa

Jika Anda telah mengalami infeksi sifilis kurang dari setahun, satu dosis penisilin biasanya cukup untuk menghancurkan infeksi.

Bagi mereka yang alergi terhadap penisilin, tetrasiklin, doksisiklin atau antibiotik lain dapat diberikan sebagai  gantinya. Jika Anda berada dalam tahap penyakit lebih lanjut, dosis akan lebih banyak dibutuhkan. Orang yang terinfeksi sifilis harus menjauhkan diri dari kontak seksual sampai infeksi benar-benar hilang.

Pasangan seksual penderita sifilis harus diuji dan, jika perlu, pengobatan gonore. Jika sifilis tidak diobati, hal itu dapat menyebabkan masalah serius dan permanen seperti demensia, kebutaan, atau kematian.

Apakah Penyakit Raja Singa Mempengaruhi Wanita Hamil

Tergantung dengan jangka waktu atau jeda untuk wanita hamil yang terinfeksi penyakit sifilis, apabila mempunyai kesempatan untuk melahirkan yang baik (kelahiran bayi yang telah meninggal sebelum melahirkan) atau melahirkan bayi yang meninggal sesaat setelah kelahiran.

Jika tidak segera diobati klinik pandawa, bayi yang terinfeksi mungkin terlahir tanpa gejala tapi bisa mengembang dalam beberapa minggu. Tanda dan gejala ini bisa sangat serius. Bayi yang tidak diobati dapat mengalami keterlambatan perkembangan, mengalami kejang, atau meninggal.

Untuk mengurangi risiko infeksi sifilis:

  1. Jauhi hubungan intim atau hubungan seksual dengan orang yang Anda ketahui terinfeksi.
  2. Jika Anda tidak tahu apakah pasangan seksual pria terinfeksi, gunakan kondom di setiap hubungan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *